Profil Gianluigi Buffon: Sang Superman yang Terbaik

Profil Gianluigi Buffon

Profil Gianluigi Buffon harus diketahui oleh Juventini Indonesia. Terutama yang lahir di tahun 2010 ke atas, karena di masa tersebut si penjaga gawang Juventus ini sudah gantung sepatu. Nah, bagi yang belum tahu silakan baca narasi di bawah.

Ulasannya seputar kehidupan Gianluigi Buffon dan seputar karir di sepak bola. Termasuk alasan mengapa Si Superman tidak tergantikan di La Vecchia Signora. Berikut profil selengkapnya:

Profil Gianluigi Buffon

Gianluigi Buffon kecil dilahirkan pada tanggal 28 Januari 1978 di sebuah kota nan indah, Carrara Italia. Bisa dibilang kiper Juventus ini lahir dari keluarga atlet karena sang ayah, Adriano Buffon adalah atlet angkat besi. Sedangkan sang ibu, Maria Stella adalah atlet lempar cakram.

Selain itu, Buffon juga memiliki dua orang adik, Veronica dan Guendalina yang menjadi atlet bola voli. Karena itu, Gianluigi Buffon juga cinta olahraga terutama sepak bola. Menurut kabarnya, ia tertular dari kiper legendaris Italia, Lorenzo Buffon yang masih sekeluarga dengan sang kakek.

Gianluigi Buffon dan Ac Parma

Gianluigi Buffon bermain sepak bola sejak tahun 1991 ketika usianya masih 15 tahun. Ketika itu, dia bergabung dengan Akademi Sepak Bola AC Parma sebelum akhirnya masuk tim senior di tahun 1995. Akan tetapi di kala itu penjaga gawang jangkung ini hanya bermain sebagai kiper cadangan.

Pada tahun 1996 Gianluigi Buffon mulai mendapatkan tim inti di AC Parma. Bahkan di musim 1998-1999 dia ikut memberi gelar Piala UEFA dan Copa Italia bagi tim. Sejak bermain bersama Parma hingga sebelum bergabung dengan Juventus, Buffon sudah melakukan caps sebanyak 700 kali.

Keistimewaan Buffon di Bawah Mistar

Gianluigi Buffon memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki penjaga gawang lain. Salah satunya, ialah memiliki reflek cepat serta mempunyai lompatan miring yang ideal. Makanya kiper ini sulit ditaklukkan apalagi di bola-bola atas.

Mungkin kelemahannya hanya di bola-bola bawah dan datar menyusur tanah. Sebab Buffon memiliki bentuk tubuh yang jangkung dan kurus sehingga agak kesulitan untuk menjatuhkan diri ketika mengamankan bola daerah. Maka dari itu, ia lebih banyak menahan bola dengan kakinya dibandingkan menggunakan tangan.

Gianluigi Buffon layak jadi Legenda Juventus

Gianluigi Buffon bergabung dengan Juventus pada musim 2001/2002. Yang mana di kala itu, La Vecchia Signora masih dilatih Marcello Lippi pasca lengsernya Carlo Ancelotti. Pembelian Buffon sendiri sepaket dengan Lilian Thuram yang merupakan center back keling Ac Parma.

Di musim pertama bersama Si Nyonya Tua, Buffon berhasil melakoni 45 caps. Semuanya menjadi tim inti yang membuktikan kalau Si Superman memang berkualitas tinggi. Alhasil sejak 2001/2002 sampai 2013/2014, Buffon telah menjaga gawang Juve sebanyak 368 kali.

Gianluigi Buffon dan Tim Italia

Gianluigi Buffon bergabung dengan Tim Nasional Italia pada tanggal 29 Oktober 1997. Yang mana di kala itu The Nerazzurri sedang menghadapi Play Off World Cup 1998 versus Rusia. Buffon dipanggil untuk mengisi kekosongan penjaga gawang pasca Gianluca Pagliuca mengalami cedera.

Sejak saat itu, Buffon selalu mendapatkan posisi sebagai kiper inti di Tim Nasional Italia. Baik ketika tim biru putih ini melakoni laga di World Cup 2006 maupun di Euro 2008. Sayang di Piala Eropa 2000, Buffon harus absen karena mengalami cedera tangan yang cukup parah.

Profil Gianluigi Buffon yang sudah dijelaskan di atas membuktikan kalau penjaga gawang ini memang layak dijadikan legenda. Baik sebagai legenda Juventus maupun legenda di Tim Nasional Italia. Apalagi di keduanya Buffon telah banyak menyumbang gelar-gelar bergengsi seperti Scudetto dan juara piala dunia.

 

READ  Profil Radja Nainggolan, Pemain Timnas Belgia Keturunan Indonesia

You May Also Like

About the Author: Carita Angel