Persib Bandung Taklukkan Dewa United 1-0 di GBLA (2025)

Persib Bandung Taklukkan Dewa United

Persib Bandung Taklukkan Dewa United 1-0 di GBLA (2025)

Kemenangan Tipis yang Krusial untuk Persib Bandung

Persib Bandung meraih kemenangan penting dengan skor 1-0 saat menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat malam, 21 November 2025. Satu-satunya gol pertandingan dicetak lewat eksekusi penalti oleh Andrew Jung pada menit ke-62, setelah wasit menunjuk titik putih usai pelanggaran di dalam kotak penalti.

Persib meskipun harus kehilangan satu pemain di menit ke-87 karena kartu merah yang diterima Beckham Putra, tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga laga berakhir. Kemenangan ini membawa mereka ke posisi ketiga klasemen sementara dengan 22 poin dari 10 laga, sekaligus memberi sinyal bahwa Persib masih sangat kompetitif di persaingan papan atas.

Alur Laga dan Momen Penting di GBLA

Laga berjalan dengan tensi tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Persib tampil dominan di depan publik GBLA tetapi kesulitan menembus pertahanan Dewa United. Babak pertama berakhir tanpa gol. Memasuki babak kedua, Persib semakin agresif dan mendapatkan keuntungan melalui penalti setelah pelanggaran terhadap Ulliam Barros. Andrew Jung yang dipercaya sebagai eksekutor berhasil mengecoh kiper lawan dan mengubah papan skor menjadi 1-0.

Dewa United berupaya bangkit dan menekan, namun keputusan kartu merah yang diterima Beckham Putra membuat Persib harus menutup laga dengan 10 pemain. Meski demikian, pertahanan Persib menunjukkan soliditas dan usaha lawan tidak mampu membuahkan hasil hingga peluit akhir berbunyi.

Implikasi Kemenangan dan Tantangan ke Depan

Kemenangan ini penting bagi Persib Bandung karena mempertegas ambisi mereka untuk tetap bersaing di papan atas dan menjaga jarak dari para pesaing. Dengan 22 poin, posisi mereka kini menguat di klasemen sementara. BCAQQ melaporkan bagi Dewa United, ini menjadi kekalahan kelima beruntun yang semakin mengkhawatirkan, dengan mereka tertahan di urutan ke-14 dan baru mengumpulkan 10 poin dari 12 laga.

Meski menang, Persib memiliki pekerjaan rumah yakni bagaimana menjaga konsistensi ketika harus bermain dengan pemain lebih sedikit setelah kartu merah, serta memperkuat efektivitas serangan agar tidak bergantung pada momen penalti. Sebaliknya, Dewa United harus segera memperbaiki performa, disiplin pemain dan pertahanan, agar tidak makin terbenam di zona bawah.

Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Selangor FC 2-3

Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Selangor FC 2-3

Persib Bandung sukses mencatat comeback luar biasa ketika bertandang ke Selangor FC dan menang dengan skor 3-2 di Stadion MBPJ, Petaling Jaya, malam hari pada Kamis (6 November 2025). Tertinggal dua gol di babak pertama, Maung Bandung menunjukkan karakter dan mental juara untuk membalikkan keadaan dan mengamankan tiga poin penting di luar kandang.

Awal yang buruk menghampiri Persib: gol cepat dari Chrigor Moraes untuk Selangor pada menit ke-3 dan gol bunuh diri Patricio Matricardi pada menit ke-17 membuat tim asuhan Bojan Hodak berada di posisi sulit sebelum jeda.

Babak Kedua: Kebangkitan Maung Bandung

Usai turun minum, Persib tampil lebih agresif dan mulai mengambil alih tempo permainan. Pada menit ke-49, Andrew Jung memperkecil defisit melalui sebuah penyelesaian di kotak penalti — momen yang kemudian membuka pintu untuk comeback.

Pada menit ke-82, giliran Adam Alis yang menunjukkan kelasnya sebagai supersub dengan mencetak gol penyama skor menjadi 2-2 usai menerima umpan dari Marc Klok. Momentum itu pun benar-benar membangkitkan semangat tim.

Menjelang akhir pertandingan, Selangor mengalami kesalahan fatal. Kiper mereka, Sikh Izhan Nazrel, gagal menghalau bola dalam situasi lemparan jauh, dan Adam Alis menyambar untuk memastikan kemenangan Persib menjadi 3-2 di masa injury time.

Analisis & Makna Kemenangan

Kemenangan ini menunjukkan bahwa Persib memiliki kedalaman skuad dan mental juara yang kuat. Pergantian pemain dari Bojan Hodak—masuknya Alis, Beck­ham Putra, dan Robi Darwis yang berbaju sponsor Bandar Judi Bola itu—terbukti tepat waktu dan berdampak besar.

Secara taktik, Persib berhasil mengubah arah permainan melalui pressing cepat di babak kedua, serta memanfaatkan kelemahan lawan dalam menjaga konsentrasi di akhir laga. Ini menjadi pelajaran penting bagi Selangor yang sempat unggul jauh namun gagal mempertahankan keunggulannya.

Implikasi untuk Persib di Grup G

Dengan kemenangan 3-2 ini, Persib semakin mengokohkan posisinya di puncak klasemen Grup G dengan koleksi poin yang meningkat—menjadi modal penting menuju babak selanjutnya. Selangor, di sisi lain, justru semakin tertekan setelah gagal memaksimalkan peluang untuk memperlebar jarak poin di grup.

AC Milan Tundukkan Lecce 3-0 dan Melaju ke 16 Besar

AC Milan Tundukkan Lecce 3-0 dan Melaju ke 16 Besar Coppa Italia

AC Milan memastikan langkah mereka ke babak 16 besar Coppa Italia musim ini setelah menundukkan Lecce dengan skor meyakinkan 3-0 di San Siro. Dominasi Rossoneri mulai dari awal hingga akhir memperlihatkan bahwa tim asuhan Massimiliano Allegri berada dalam kondisi solid jelang menghadapi laga Serie A berikutnya.

Gol Awal Giménez dan Kartu Merah Dini Membalikkan Keunggulan

Sejak menit ke-18, laga berubah menjadi keuntungan besar bagi Milan ketika Jamil Siebert dari Lecce mendapat kartu merah setelah keputusan VAR memutuskan pelanggaran berat di kotak penalti. Kondisi 10 lawan 11 segera dimanfaatkan oleh tim tuan rumah. Pada menit ke-20, Santiago Giménez menyambut umpan silang dari Davide Bartesaghi dan menaklukkan kiper Lecce melalui sundulan akurat.

Nkunku dan Pulisic Tambah Gol, Milan Kendalikan Pertandingan

Memasuki babak kedua, sang pelatih melakukan rotasi yang tetap produktif. Di menit ke-51, Christopher Nkunku mencetak gol keduanya musim ini melalui tembakan voli dari jarak menengah, memanfaatkan umpan matang dari Alexis Saelemaekers. Lima menit kemudian, Christian Pulisic ikut ambil bagian dengan golnya usai menyambar umpan silang dari Fofana dan menutup laga dengan skor 3-0. Dominasi Milan dalam penguasaan bola dan tekanan terus dijaga hingga pertandingan berakhir tanpa ada balasan dari Lecce.

Analisis Performa & Catatan Penting

Kemenangan ini memperlihatkan bahwa Milan bisa tampil agresif dan tajam sekaligus disiplin dalam penguasaan laga. Kartu merah awal untuk Lecce jelas mengubah dinamika pertandingan, dan Milan tahu bagaimana memanfaatkannya. Pergantian pemain Allegri seperti memasukkan Pulisic berhasil mempertahankan intensitas serangan. Di pihak Lecce, meskipun tampak berusaha mengurangi kerusakan, kekurangan jumlah pemain menjadi beban berat bagi mereka yang mencoba keluar dari tekanan.

Implikasi & Momentum ke Depan

Menang 3-0 ini memberi Milan kepercayaan diri tinggi menjelang laga liga berikutnya. Langkah ke babak 16 besar Coppa Italia juga membuka peluang gelar domestik tambahan. Bagi Lecce, kekalahan ini memaksa mereka kembali fokus penuh ke ajang Serie A, di mana mereka akan diuji ulang dalam mencoba menambal kerugian fisik dan mentalnya.

Argentina Dijegal Ekuador 0–1 di Guayaquil (2025)

Argentina Dijegal Ekuador 0–1 di Guayaquil: Akhir Garis Lurus Klasifikasi Perfect

Kalah di Laga Terakhir, Tapi Tetap Juara Grup

Di pertandingan terakhir Kualifikasi Zona CONMEBOL, Argentina tumbang 0–1 dari Ekuador di Guayaquil. Meski begitu, Timnas Tango tetap menjadi juara grup dengan koleksi poin tertinggi, unggul sembilan angka dari Ekuador yang menutup posisi kedua.

Otamendi Diusir, Valencia Cetak Penalti Penentu

Pertandingan menegangkan terjadi saat Nicolás Otamendi diusir wasit di menit ke-31 setelah melakukan pelanggaran di kotak penalti. Enner Valencia kemudian tenang mengeksekusi penalti di menit tambahan babak pertama.

Pengusiran Ganda: Caicedo Juga Kartu Merah

Situasi sempat imbang ketika Moises Caicedo juga diberi kartu merah pada babak kedua, namun pertahanan Ekuador bergerak cepat untuk mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.

Momen Debut: Mastantuono Masuk 30 Menit

Menjelang akhir pertandingan, Franco Mastantuono (18 tahun) mendapatkan debutnya—masuk sebagai pemain pengganti dan tampil penuh selama 30 menit. Ia menorehkan dua tembakan dan satu dribel sukses—tanda potensi masa depan sepakbola Argentina.

Ringkasan Cepat

Elemen Kunci Detail Singkat
Skor Final Argentina 0–1 Ekuador
Kunci Kekalahan Otamendi diusir → penalti Valencia → kalah
Red Card Ganda Argentina & Ekuador sama-sama kehilangan pemain
Debut Signifikan Mastantuono tampil 30 menit dan beri kontribusi nyata
Status Akhir Grup Argentina tetap juara grup dengan selisih 9 poin

Barcelona Nyaris Tertahan: Dramatis tapi Bertahan di La Liga

Barcelona Nyaris Tertahan: Dramatis tapi Bertahan di La Liga

Terjaga dalam Krisis: Barcelona Tertinggal 0–2

Barcelona memulai laga away melawan Levante dalam kondisi sulit. Meski mendominasi penguasaan bola, mereka tertinggal 2–0 hingga turun minum berkat gol dari Iván Romero dan José Luis Morales lewat penalti. Ini membuat ancaman gagal di laga kedua beruntun menjadi sangat nyata.

Bangkit di Babak Kedua: Kesempatan Berubah Jadi Gol

Memasuki babak kedua, momentum berubah drastis. Pedri membuka jalan comeback dengan tembakan jarak jauh menit ke-49, disusul oleh Ferran Torres yang menyamakan skor hanya tiga menit kemudian.

Momen Kesalahan Fatal Lawan: Gol Kemenangan dari Own Goal

Partai seolah akan berakhir imbang, namun Lamine Yamal mengirimkan umpan silang di masa injury time yang berujung gol bunuh diri oleh Unai Elgezabal—itulah yang jadi perbedaan di akhir pertandingan 3–2 untuk Barcelona.

Respon Pelatih & Sorotan Media

Pelatih Hansi Flick memuji karakter dan kebangkitan mental tim. Media menyebut comeback ini sebagai bukti ketangguhan Barcelona yang pantang menyerah, sekaligus menjaga rekor kemenangan beruntun dalam dua laga awal musim La Liga.

Awal Musim yang Melelahkan Tapi Positif

Dengan dua kemenangan beruntun—termasuk comeback melawan Levante—Barcelona memperlihatkan performa yang tak hanya efektif, tapi juga menunjukkan kesiapan mental untuk mempertahankan gelar.

Ringkasan Singkat

Elemen Utama Rincian
Kondisi Awal Tertinggal 0–2 di babak pertama
Balikkan Situasi Dua gol cepat dari Pedri & Ferran Torres
Penentu Hasil Own goal dari Elgezabal di injury time
Respon Pelatih Flick puji karakter tim
Signifikansi Awal musim potensial: bangkit & juara feel

RB Leipzig Kepincut Harvey Elliott (2025)

RB Leipzig Kepincut Harvey Elliott: Negosiasi Makin Nyata

Harvey Elliott (22), gelandang serang Liverpool yang bersinar di U21 Eropa, semakin dekat dengan pintu keluar Anfield. Tandem antara RB Leipzig dan Jürgen Klopp, yang kini menjadi kepala global sepak bola di Red Bull, memberikan tekanan kuat demi transfer eks-Anfield ini.

Minat & Alasan Transfer

  • Transfermarkt mengonfirmasi RB Leipzig serius mengejar Elliott sebagai pengganti Xavi Simons yang akan pindah ke Chelsea. Dengar‑dengar, Elliott sudah berdialog langsung dengan pelatih Ole Werner dan direktur olahraga Marcel Schäfer. Elliott sendiri kabarnya terbuka terhadap opsi tersebut karena ingin mendapatkan lebih banyak menit bermain.

  • Jurgen Klopp, mantan pelatih Liverpool dulu, kini menjadi sosok penggerak di balik minat Leipzig mendekati Elliott setelah melihat potensinya di skuat U21 Inggris.

Tantangan Harga & Performa

  • Liverpool memasang harga jual minimal £40–50 juta tergantung adanya klausul buy-back. Elliott sendiri kini dinilai senilai €30 juta di bursa resmi. Leipzig disebut ragu menebus harga ini karena kendala struktur gaji dan ketidaksesuaian profil pemain.

  • Padahal Elliott menjadi MVP U21 Eropa setelah mencetak lima gol dalam enam laga dan didaulat sebagai pemain terbaik turnamen. Faktor ini semakin membuatnya diminati klub-klub Eropa — termasuk Brighton, Chelsea, Newcastle, dan Tottenham sebagai alternatif.

Kendala Terbesar di Transfer Ini

  • Menurut jurnalis Jerman Philipp Hinze, Leipzig kemungkinan tidak melanjutkan negosiasi karena harga terlalu tinggi dan strategi klub tidak cocok dengan profil Elliott: permainannya sebagai half-space No.10 dianggap tidak sesuai target skuad Leipzig. Hingga sekarang, pembicaraan resmi pun belum terjadi.

  • Sementara itu, ketidakhadiran Leipzig di Liga Champions juga menjadi pertimbangan Elliott dalam memilih destinasi berikutnya. Ia ingin klub baru memberi kesempatan tampil di kompetisi elit Eropa.

Profil Singkat Elliott & Dampaknya

  • Dalam dua musim terakhir bersama Liverpool, Elliott hanya mencatat 360 menit permainan di Liga Inggris—terbanyak sebagai pengganti di bawah pelatih Arne Slot. Hal ini memunculkan ketidakpuasan atas minimnya kesempatan bermain.

  • Tersisa dua tahun kontrak, Elliott diplot sebagai pemain yang bisa memberi kreativitas dan efektivitas di lini tengah Leipzig. Proses adaptasi di Bundesliga pun diyakini tidak sulit mengingat gaya main Leipzig yang intens dan match-ready.

Kesimpulan

Minat RB Leipzig kepada Harvey Elliott semakin nyata, didorong rekomendasi Jürgen Klopp dan kebutuhan klub mengganti Xavi Simons. Namun, hambatan berupa harga yang tinggi, struktur gaji Liverpool, dan ketidaksesuaian profil membuat transfer ini belum dipastikan. Jika Leipzig mampu memenuhi permintaan nilai dan penyesuaian finansial, peluang terwujudnya kombo ini tetap terbuka lebar.

Xavi Simons Menuju Chelsea? Bursa Transfer Musim Panas 2025

Xavi Simons Menuju Chelsea? Bursa Transfer Musim Panas 2025 Mengarah ke Blues

Gelandang serang asal Belanda, Xavi Simons (22), kini menjadi target utama Chelsea dalam upaya memperkuat kreativitas lini tengah dan serangan musim depan. Liverpool dan Arsenal juga tertarik, namun Chelsea memimpin perburuan.

Situasi Transfer dan Negosiasi

  • Simons resmi bergabung secara permanen ke RB Leipzig dari PSG pada Januari 2025 dengan biaya sekitar €50 juta + bonus. Meski kontraknya hingga 2027, ia menyatakan ingin pergi setelah Leipzig gagal lolos ke Eropa.

  • Agen Simons, Ali Barat—yang memiliki koneksi ke pemilik Chelsea—telah berkomunikasi langsung dengan klub. Namun, diskusi resmi antar klub belum dimulai.

Nilai Transfer dan Hambatan Finansial

  • RB Leipzig kini menyesuaikan harga: sebelumnya meminta hingga €80 juta, tapi laporan terbaru menyebut mereka bisa menerima kisaran €50–70 juta, bahkan di bawah €70 juta.

  • Chelsea perlu melepas pemain seperti Nicolas Jackson, Nkunku, atau Madueke untuk membuka ruang dalam batas maksimum skuad Premier League.

Profil & Statistik Pemain

  • Simons adalah lulusan La Masia, pencetak total 21 gol dan 23 assist dari 76 pertandingan untuk Leipzig, serta sebelumnya mencetak 22 gol untuk PSV dalam satu musim.

  • Ia juga telah mencetak gol untuk Timnas Belanda di Euro 2024, menjadikannya dianggap sebagai bakat serang top Eropa.

Strategi Chelsea & Peran Simons

  • Di bawah arahan Enzo Maresca, Chelsea telah mendatangkan pemain kreatif seperti João Pedro dan Jamie Gittens. Kehadiran Simons akan melengkapi lini serang dan memberi opsi rotasi di belakang striker utama.

  • Simons yang bisa bermain sebagai gelandang serang maupun winger kiri fleksibel digunakan dalam formasi 4‑2‑3‑1 atau 3‑5‑2, asalkan tersedia peran yang jelas di skuad.

Kompetisi & Pandangan Masa Depan

  • Arsenal dan Bayern Munich juga berada di jalur negosiasi, namun Chelsea menjadi yang paling aktif dan “paling konkret” dalam ketertarikan mereka terhadap Simons.

  • Permintaan gaji dan struktur kontrak menjadi salah satu kendala; Simons mungkin harus menerima pemotongan gaji agar transfer bisa berjalan lancar.

Kesimpulan

Transfer Xavi Simons ke Chelsea saat ini berada di tahap paling konkret dibanding klub lain. Meski belum ada penawaran resmi dari klub, kontak dengan sang pemain dan harga yang mulai turun ke kisaran €60–70 juta memperkuat peluang terwujudnya transfer. Jika Chelsea berhasil merekrutnya, Simons akan menjadi aset kreatif jangka panjang dengan potensi besar untuk sukses di Premier League.

Kejutan Besar: Inter Milan Tersingkir 0–2 oleh Fluminense (2025)

Kejutan Besar: Inter Milan Tersingkir 0–2 oleh Fluminense di Babak 16 Besar CWC

Inter Milan mengalami kekalahan dramatis saat melawan Fluminense dengan skor 0–2 pada babak 16 besar FIFA Club World Cup 2025 di Charlotte. Hasil ini menjadi salah satu kejutan terbesar turnamen—Italia meratapi kegagalan sementara Brasil rayakan euforia kemenangan bersejarah.

Gol Awal yang Mengguncang

  • Gol pembuka tercipta cepat di menit ke-3 melalui sundulan Germán Cano, memanfaatkan bola hasil tepisan dari Yann Sommer—menembus garis pertahanan Inter yang tampak kendor.

Pertahanan Fluminense Solid & Serangan Efektif

  • Fluminense bermain sangat rapat di lini belakang, tak membiarkan Inter mencetak gol meski menguasai bola lebih dari 68%.

  • Menjelang injury time, suplikan Hércules memastikan kemenangan lewat tendangan terarah ke sudut gawang, menciptakan skor akhir 2–0.

Dominasi Statistik:

  • Penguasaan bola: Inter 68% – Fluminense 32%, namun efektivitas serangan dimiliki Brasil .

  • Peluang emas: Inter sempat mengancam lewat Lautaro Martínez dan Federico Dimarco—termasuk shot ke tiang—tapi tanpa hasil.

  • Duels & penyelamatan: Kiper Fluminense, Fabio, tampil solid dengan beberapa penyelamatan kunci di babak kedua.

Dampak Kekalahan:

  1. Inter Milan tersingkir dari babak 16 besar dan gagal capai target turnaround pasca final Liga Champions.

  2. Fluminense lolos ke perempatfinal, dan akan menghadapi pemenang pertandingan Manchester City vs Al Hilal.


Kesimpulan

Kemenangan 2–0 Fluminense atas Inter Milan di babak 16 besar CWC 2025 adalah salah satu hasil paling mengejutkan: Brasil bukukan kombinasinya sempurna antara efektivitas serangan dan pertahanan ketat. Sementara itu, kekalahan ini membuka babak refleksi dalam skuad Inter yang gagal bangkit di panggung dunia.

Jersey Kandang Baru Manchester United 2025/26 Resmi Dirilis

Jersey Kandang Baru Manchester United 2025/26 Resmi Dirilis: Semangat Baru di Old Trafford

Manchester United resmi meluncurkan jersey kandang baru untuk musim 2025/26, memperkenalkan desain segar yang menggabungkan identitas klasik klub dengan sentuhan modern. Seragam ini siap dikenakan mulai laga pertama di Old Trafford—menandai semangat baru di era pasca-bursa transfer.

Desain: Kombinasi Sejarah dan Inovasi

Warna Merah Mendalam
Jersey hadir dengan merah ikonik khas United, sedikit diperbarui agar tampil lebih tegas dan elegan di siaran HD.
Detail Kontras Hitam & Emas
Lengan, kerah, dan trim bagian pinggang dihiasi garis tipis hitam yang kontras—menghadirkan kesan modern. Detail emas berbentuk logo dan sisipan trim menambah kesan premium.
Motif Diskret pada Tubuh
Lapisan motif grafis halus menampilkan siluet Old Trafford sebagai penghargaan terhadap stadion kebanggaan fans, tanpa mengganggu kesan bersih jersey.

Teknologi dan Bahan: Nyaman & Fungsional

Jersey ini dibuat dari bahan teknologi ringan, cepat kering, dan memiliki sistem ventilasi zona strategis untuk mendukung performa pemain di musim panjang. Kombinasi bahan poliester dan elastane memastikan ukuran pas dan nyaman saat berlari, menambah kepercayaan diri pemain saat bermain di setiap lini.

Respon Fans dan Kolektor

Hingga peluncuran resmi, film teaser hingga hari rilis, reaksi fans sudah luar biasa. Banyak yang memuji perpaduan desain klasik dan kontemporer, serta daya tarik koleksi premium dengan detail modern.

Harga dan Ketersediaan

Jersey Ori untuk Dewasa: Rp 1.699.000
Jersey Orisinal untuk Anak: Rp 1.199.000
Custom Name & Number: Tambahan Rp 300.000
– Dapat dibeli di official store, website manchesterunited.com, dan toko authorised merchandise di Indonesia mulai awal Juli 2025.

Worth It? Kenapa Harus Punya

  1. Koleksi Resmi: Bagian dari merchandise resmi terbaru MU dan cocok untuk para kolektor maupun semua fans.

  2. Desain Stylish: Simpel tapi berkelas, bisa dipakai tidak hanya saat nonton bola, tapi juga jalan jalan atau santai.

  3. Fungsional: Model teknis dan nyaman—bagus untuk olahraga maupun aktivitas sehari-hari.

Penutup

Jersey kandang Manchester United 2025/26 hadir sebagai identitas baru yang kuat bagi klub dan para pendukungnya. Kombinasi warna klasik, detail modern, serta kenyamanan tinggi menjadikannya pilihan tepat bagi diamonds loyal dan calon generasi baru Red Devils.
Jangan sampai kehabisan—rencanakan pembeliannya segera agar bisa mengenakannya saat laga pertama di Old Trafford!

AC Milan Tumbangkan Genoa 2-1: Leão Bersinar (2025)

AC Milan Tumbangkan Genoa 2-1: Leão Bersinar, Rossoneri Jaga Asa di Serie A

Genoa, 5 Mei 2025AC Milan kembali meraih kemenangan penting di pekan ke-35 Serie A 2024/2025 setelah menumbangkan tuan rumah Genoa dengan skor 2-1 di Stadion Luigi Ferraris. Meski sempat tertinggal lebih dulu, pasukan Stefano Pioli menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan berkat kontribusi Rafael Leão dan gol bunuh diri yang tercipta usai tekanan intensif di lini depan Milan.

Babak Pertama: Tempo Lambat, Kesempatan Terbatas

Pertandingan dimulai dengan tempo yang relatif lambat. Kedua tim terlihat berhati-hati dalam mengatur serangan. Genoa, yang tampil di hadapan publiknya sendiri, mencoba mengontrol lini tengah lewat kombinasi permainan antara Morten Frendrup dan Milan Badelj. Namun, lini belakang Milan yang dikomandoi oleh Fikayo Tomori dan Malick Thiaw mampu menahan ancaman awal tersebut.

Sementara itu, AC Milan yang tampil dengan formasi 4-2-3-1 mengandalkan kecepatan Leão dan kreativitas Christian Pulisic di sisi sayap. Sayangnya, sepanjang babak pertama, kedua tim kesulitan menciptakan peluang bersih. Pertahanan Genoa tampil disiplin dan kerap mematahkan serangan-serangan Rossoneri di sepertiga akhir.

Skor imbang 0-0 pun menutup paruh pertama pertandingan. Meski minim peluang, intensitas permainan menjanjikan babak kedua yang lebih seru.

Babak Kedua: Kejutan Genoa dan Kebangkitan AC Milan

Babak kedua dimulai dengan perubahan pendekatan dari Genoa. Tim asuhan Alberto Gilardino tampil lebih agresif dan berhasil memecah kebuntuan di menit ke-61. Adalah Vitinha, striker muda asal Portugal, yang mencetak gol pembuka setelah menerima umpan matang dari sisi kanan dan melepas tembakan mendatar yang tak mampu dibendung kiper Mike Maignan.

Gol ini sempat mengejutkan Milan. Namun, hanya berselang 15 menit, Rafael Leão muncul sebagai penyelamat. Winger asal Portugal ini melakukan tusukan dari sisi kiri, melewati dua pemain bertahan Genoa, dan melepaskan tembakan keras yang menghujam pojok kanan gawang Josep Martínez di menit ke-76.

Kebangkitan Milan tak berhenti di situ. Dua menit kemudian, serangan cepat yang dipelopori oleh Tijjani Reijnders membuat lini belakang Genoa panik. Bola silang tajam dari sisi kanan mengenai kaki Frendrup dan berubah arah ke gawang sendiri. Gol bunuh diri tersebut memastikan keunggulan AC Milan 2-1.

Milan Amankan Tiga Poin Krusial

Usai membalikkan keadaan, Milan bermain lebih hati-hati. Pelatih Stefano Pioli memasukkan pemain bertahan seperti Davide Calabria dan Rade Krunić untuk menutup ruang. Genoa sempat mendapatkan peluang melalui sundulan Mattia Bani, tetapi Maignan tampil sigap di bawah mistar.

Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 bertahan untuk kemenangan AC Milan. Tambahan tiga poin ini menjaga peluang Rossoneri untuk finis di zona Eropa, meski kompetisi makin ketat di papan tengah klasemen Serie A.

Statistik Pertandingan

Statistik Genoa AC Milan
Penguasaan Bola 46% 54%
Tembakan ke Gawang 3 5
Pelanggaran 12 10
Kartu Kuning 2 1
Sepak Pojok 4 6

Komentar Pelatih

Stefano Pioli menyampaikan rasa puas atas kerja keras para pemain. “Kami menunjukkan karakter yang luar biasa setelah tertinggal. Ini bukan hanya soal teknik, tapi juga soal mentalitas,” ujarnya dalam konferensi pers pasca-pertandingan.

Sementara itu, pelatih Genoa Alberto Gilardino mengaku kecewa dengan hasil akhir. “Kami unggul lebih dulu dan seharusnya bisa mempertahankan momentum. Sayangnya, kami membuat kesalahan yang berujung mahal,” ucapnya.

Rafael Leão: Man of the Match

Tak diragukan lagi, Rafael Leão menjadi pahlawan kemenangan Milan malam itu. Selain mencetak gol penyeimbang, kecepatan dan dribelnya terus-menerus merepotkan pertahanan Genoa. Dengan performa impresif ini, Leão semakin menunjukkan perannya sebagai pemain kunci Milan musim ini.

Musim ini, Leão telah mencetak 12 gol dan menyumbang 8 assist di Serie A. Ia juga menjadi pemain yang paling banyak menciptakan peluang dalam pertandingan melawan Genoa.

Dampak Kemenangan Terhadap Klasemen

Kemenangan ini membuat AC Milan mengoleksi 65 poin dan bertengger di peringkat ke-6 klasemen sementara. Mereka masih bersaing ketat dengan Atalanta, Roma, dan Napoli dalam perebutan tiket ke Liga Europa musim depan.

Bagi Genoa, kekalahan ini membuat posisi mereka tetap aman di papan tengah. Dengan 43 poin, Genoa tidak berada dalam ancaman degradasi, namun peluang untuk masuk 10 besar semakin menipis.

Jadwal Selanjutnya

AC Milan akan menghadapi Torino di pekan ke-36, laga yang diprediksi tidak mudah mengingat performa solid Torino di kandang musim ini. Sementara itu, Genoa dijadwalkan bertemu Sassuolo, yang sedang berjuang untuk keluar dari zona degradasi.