US Sassuolo Tertahan Oleh Parma Calcio 1-1 (2026)

US Sassuolo Tertahan

US Sassuolo Tertahan Oleh Parma Calcio 1-1 (2026)

Sassuolo harus puas berbagi poin ketika ditahan imbang Parma 1-1 pada pekan ke-18 Serie A 2025/2026 di Mapei Stadium – Città del Tricolore, Sabtu (3 Januari 2026) malam WIB. Hasil ini membuat Neroverdi menambah koleksi menjadi 23 poin dan tertahan di papan tengah, sementara Parma membawa pulang satu angka penting untuk menjauh dari zona degradasi dengan raihan 18 poin.

Laga derby Emilia ini berjalan hidup sejak awal. Sassuolo membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-12 lewat sundulan Kristian Thorstvedt yang memaksimalkan umpan silang Sebastian Walukiewicz dari sisi kanan, bola meluncur tajam ke tiang jauh tanpa bisa dihalau kiper Edoardo Corvi. Parma merespons cepat di menit ke-24; Andrea Pinamonti kehilangan bola saat build-up, Mateo Pellegrino merebutnya, memutar badan, lalu melepas sepakan kiri melengkung dari tepi kotak penalti yang bersarang di pojok gawang Arijanet Muric.

US Sassuolo Sempat Memimpin Laga

Menurut Analisa LAPKV saat selepas jeda, tempo pertandingan menurun. Sassuolo lebih banyak menguasai bola dan mencoba menekan dari sayap, sementara Parma menunggu momen lewat serangan balik. Beberapa peluang berbahaya lahir, di antaranya tembakan Josh Doig yang sempat membentur tiang dan dua peluang Pontus Almqvist yang digagalkan refleks Muric, sedangkan upaya jarak jauh Ismaël Koné untuk tuan rumah hanya melambung tipis di atas mistar. Pada akhirnya, minimnya efektivitas di sepertiga akhir membuat skor 1-1 bertahan hingga peluit panjang dan dianggap sebagai hasil yang paling adil untuk kedua tim.

Bagi Sassuolo, seri kandang ini memperpanjang tren imbang mereka dan sedikit menjauhkan mimpi mengejar zona Eropa, meski posisi di klasemen masih relatif aman dari ancaman degradasi. Di sisi lain, Parma bisa puas dengan satu poin di laga tandang sulit ini, karena tetap menjaga jarak aman enam poin dari tim-tim yang berada di tiga terbawah klasemen Serie A.

Tijjani Reijnders Cetak Gol untuk Manchester City atas West Ham

Tijjani Reijnders Cetak Gol untuk Manchester City atas West Ham

Tijjani Reijnders kembali jadi sorotan setelah mencetak satu gol dalam kemenangan telak Manchester City 3-0 atas West Ham United pada laga Premier League 2025/26 di Etihad Stadium, Sabtu (20 Desember 2025) malam waktu setempat. Dalam pertandingan yang mengantar City naik ke papan atas klasemen, gelandang Belanda itu mencetak gol kedua The Citizens dan melengkapi brace Erling Haaland.

City langsung tancap gas sejak awal. Haaland membuka keunggulan saat laga baru berjalan lima menit, memanfaatkan bola muntah di kotak penalti Alphonse Areola. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan skuad Pep Guardiola sampai akhirnya Reijnders menggandakan skor pada menit ke-38. Berawal dari pressing tinggi, Rayan Cherki merebut bola di sepertiga akhir dan mengalirkannya ke Haaland, yang kemudian mengirim umpan pendek ke Reijnders. Tanpa banyak kontrol, sang gelandang melewati satu bek dan melepaskan tembakan keras ke atap gawang untuk menjadikan skor 2-0.

Manchester City Tetap Dominasi Pertandingan Melalui Tijjani Reijnders

LAPKV meliput di babak kedua, West Ham sempat mencoba keluar menyerang, tetapi City tetap dominan dalam penguasaan bola dan jumlah peluang. Haaland melengkapi malam sempurnanya dengan gol kedua pada menit ke-69, memastikan kemenangan 3-0 dan mempertegas status City sebagai penantang utama Arsenal di puncak klasemen. Statistik menunjukkan City jauh lebih superior dengan lebih dari 60 persen penguasaan bola dan total 17 tembakan, sedangkan The Hammers hanya sesekali menguji Gianluigi Donnarumma.

Usai laga, Reijnders mengaku sangat puas karena akhirnya bisa kembali mencetak gol di kandang sendiri dan memuji kerja sama dengan Haaland serta Cherki di lini serang. Gol ke gawang West Ham ini menambah kepercayaan dirinya di musim penuh tantangan bersama Manchester City dan semakin mengukuhkan perannya sebagai motor baru di lini tengah Guardiola.

Liverpool Tertahan Leeds United 3-3 (2025)

Liverpool Tertahan Leeds United 3-3, Dua Kali Buang Keunggulan di Elland Road

Liverpool kembali kehilangan poin berharga setelah hanya bermain imbang 3-3 melawan Leeds United pada laga pekan ke-15 Premier League 2025/26 di Elland Road, Sabtu (6/12) malam waktu setempat atau Minggu (7/12/2025) dini hari WIB. Juara bertahan sempat unggul 2-0 dan 3-2, namun gol Ao Tanaka pada menit ke-90+6 menggagalkan kemenangan The Reds dalam laga penuh drama enam gol di babak kedua.

Hasil imbang ini membuat Liverpool tertahan di posisi kedelapan klasemen dengan 23 poin dari 15 pertandingan. Leeds yang tengah berjuang menjauh dari zona degradasi justru mendapat dorongan moral besar, naik ke peringkat ke-16 dengan 15 poin dan memperpanjang tren positif mereka dalam sepekan terakhir.

Babak Pertama Tanpa Gol, Banyak Sinyal Bahaya

Meski laga berakhir dengan enam gol, babak pertama justru berakhir tanpa ada bola yang bersarang di gawang. Liverpool menguasai permainan, tetapi tempo mereka terlihat datar dan minim intensitas. Curtis Jones nyaris membuka keunggulan ketika sepakan melengkungnya menghantam mistar, sementara sundulan Virgil van Dijk dari situasi bola mati melayang tipis di atas gawang.

BCAQQ menganggap Leeds sendiri lebih banyak menunggu momen untuk menyerang balik. Dominic Calvert-Lewin menjadi target utama di lini depan, sementara lini tengah yang dikomandoi Anton Stach dan Ilia Gruev fokus menutup ruang gerak Dominik Szoboszlai dan Florian Wirtz. Meski tidak banyak peluang bersih, sorakan publik Elland Road mengingatkan Liverpool bahwa pertandingan ini jauh dari selesai.

Brace Kilat Ekitike, Liverpool Seakan Menguasai Laga

Semua berubah hanya beberapa menit setelah jeda. Menit ke-48, Joe Rodon melakukan umpan yang terlalu berisiko di area sendiri. Bola dipotong Hugo Ekitike yang dengan tenang menaklukkan kiper Illan Perri untuk membawa Liverpool unggul 1-0.

Belum sempat Leeds merespons, dua menit kemudian Ekitike kembali menghukum tuan rumah. Kali ini Conor Bradley merebut bola di sisi kanan dan mengirim umpan silang rendah yang disambar penyerang Prancis itu menjadi gol kedua. Liverpool, yang tampak tumpul di babak pertama, tiba-tiba memimpin 2-0 dan terlihat berada di jalur aman untuk membawa pulang tiga poin.

Pada fase ini, tekanan terhadap pertahanan Leeds kian terasa. Liverpool dengan nyaman mengalirkan bola, sementara publik Elland Road sempat terdiam melihat tim kesayangannya tertinggal dua gol dari sang juara bertahan.

Kebangkitan Leeds: Penalti Calvert-Lewin dan Gol Stach

Titik balik terjadi di 20 menit terakhir. Ibrahima Konaté yang sebelumnya tampil cukup rapi justru melakukan tekel sembrono di kotak penalti, menjatuhkan Calvert-Lewin. Wasit Anthony Taylor menunjuk titik putih setelah tinjauan VAR, dan penyerang Inggris itu menuntaskan eksekusi dengan tenang untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-73.

Hanya dua menit berselang, Elland Road benar-benar bergemuruh. Kombinasi rapi di sisi kiri diakhiri dengan pergerakan cerdas Anton Stach yang masuk ke kotak penalti. Gelandang Jerman itu melepas tembakan yang tak mampu dijangkau Alisson Becker, membuat skor menjadi 2-2 dan momentum sepenuhnya berbalik ke kubu Leeds.

Daniel Farke terlihat sangat puas dengan reaksi timnya. Dalam wawancara seusai laga, ia memuji semangat pantang menyerah anak asuhnya yang mampu bangkit dua kali dari posisi tertinggal melawan lawan sekuat Liverpool.

Szoboszlai Hampir Jadi Pahlawan Sebelum Tanaka Menghukum

Terkejut oleh comeback cepat Leeds, Liverpool mencoba menata kembali permainan. Masuk menit ke-80, Dominik Szoboszlai seakan mengembalikan kendali kepada tim tamu. Memanfaatkan ruang di depan kotak penalti, gelandang Hungaria itu menyelesaikan serangan dengan penyelesaian klinis untuk membawa Liverpool kembali unggul 3-2. Gol tersebut menjadi gol keduanya di Premier League musim ini dan sempat membuatnya dinobatkan sebagai man of the match oleh beberapa media.

Namun, masalah klasik Liverpool musim ini kembali muncul: tidak mampu menutup pertandingan. Memasuki masa injury time yang panjang, Leeds terus menekan dan memaksa barisan belakang The Reds bertahan sangat dalam. Serangkaian sepak pojok dan bola mati membuat pertahanan tim tamu berada dalam kepanikan.

Pada menit ke-90+6, Elland Road pecah. Sepak pojok Leeds dari sisi kiri mengarah ke tiang jauh, pertahanan Liverpool gagal bereaksi, dan bola jatuh ke Ao Tanaka yang berdiri bebas. Gelandang Jepang itu menyambar bola first-time menembus gawang Alisson, memastikan skor akhir 3-3 dan statusnya sebagai super-sub yang menyelamatkan satu poin krusial bagi Leeds.

Klasemen dan Tekanan Baru untuk Arne Slot

Secara angka, hasil imbang ini mengangkat Leeds ke posisi 16 dengan 15 poin dan memberikan kepercayaan diri ekstra dalam misi bertahan di Premier League. Dalam sepekan, mereka meraih empat poin dari dua laga kandang melawan Chelsea dan Liverpool, sebuah torehan yang menunjukkan tren positif Farke dan timnya.

Sebaliknya, bagi Liverpool, ini adalah episode lain dari cerita yang sama: mendominasi, mencetak tiga gol tandang, tetapi tetap gagal menang karena rapuh di belakang. Mereka kini berada di peringkat kedelapan dengan 23 poin, jauh dari ekspektasi awal musim sebagai kandidat kuat juara.

Arne Slot secara terbuka mengakui kekecewaannya seusai pertandingan. Ia menyoroti fakta bahwa ini bukan pertama kalinya Liverpool kebobolan di menit akhir dan kehilangan poin dari situasi unggul, terutama dari skema bola mati. Slot menegaskan bahwa jika tim bisa mencetak tiga gol tandang, seharusnya mereka mampu mengamankan kemenangan, dan menyebut seluruh tim—bukan hanya pemain belakang—harus bertanggung jawab.

Dominik Szoboszlai dalam wawancaranya juga menekankan hal serupa. Ia mengakui tim terlalu cepat merasa nyaman saat unggul 2-0, lalu gagal mengendalikan momentum setelah kebobolan. Menurutnya, setiap pemain harus “melihat ke cermin” dan memastikan sudah memberikan segalanya untuk lambang di dada mereka.

Leeds Makin Percaya Diri, Liverpool Butuh Jawaban

Bagi Leeds, malam basah di Elland Road ini akan dikenang sebagai salah satu titik balik musim. Kebangkitan dari ketertinggalan 0-2 dan 2-3 melawan juara bertahan memberi bukti bahwa mereka memiliki cukup karakter untuk bertarung sampai akhir musim. Ao Tanaka, Calvert-Lewin, dan Stach kini menjadi simbol semangat baru The Whites yang mulai menemukan ritme di bawah Farke.

Liverpool justru pulang dengan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Lini depan yang diisi Ekitike, Szoboszlai, Cody Gakpo dan kawan-kawan sebenarnya tampil tajam, tetapi kesalahan individual dan buruknya organisasi saat mengantisipasi bola mati terus menghantui. Mohamed Salah bahkan tidak dimainkan sama sekali meski The Reds membutuhkan gol penentu, sehingga spekulasi soal masa depannya dan hubungan dengan Slot semakin menguat.

Dengan jadwal berat menanti, termasuk duel kontra Inter Milan dan Brighton serta keberangkatan Salah ke Piala Afrika, Liverpool harus segera menemukan stabilitas jika tidak ingin mimpi mempertahankan gelar berubah menjadi sekadar perjuangan merebut tiket Eropa.

Persib Bandung Taklukkan Dewa United 1-0 di GBLA (2025)

Persib Bandung Taklukkan Dewa United 1-0 di GBLA (2025)

Kemenangan Tipis yang Krusial untuk Persib Bandung

Persib Bandung meraih kemenangan penting dengan skor 1-0 saat menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Jumat malam, 21 November 2025. Satu-satunya gol pertandingan dicetak lewat eksekusi penalti oleh Andrew Jung pada menit ke-62, setelah wasit menunjuk titik putih usai pelanggaran di dalam kotak penalti.

Persib meskipun harus kehilangan satu pemain di menit ke-87 karena kartu merah yang diterima Beckham Putra, tetap mampu mempertahankan keunggulan hingga laga berakhir. Kemenangan ini membawa mereka ke posisi ketiga klasemen sementara dengan 22 poin dari 10 laga, sekaligus memberi sinyal bahwa Persib masih sangat kompetitif di persaingan papan atas.

Alur Laga dan Momen Penting di GBLA

Laga berjalan dengan tensi tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Persib tampil dominan di depan publik GBLA tetapi kesulitan menembus pertahanan Dewa United. Babak pertama berakhir tanpa gol. Memasuki babak kedua, Persib semakin agresif dan mendapatkan keuntungan melalui penalti setelah pelanggaran terhadap Ulliam Barros. Andrew Jung yang dipercaya sebagai eksekutor berhasil mengecoh kiper lawan dan mengubah papan skor menjadi 1-0.

Dewa United berupaya bangkit dan menekan, namun keputusan kartu merah yang diterima Beckham Putra membuat Persib harus menutup laga dengan 10 pemain. Meski demikian, pertahanan Persib menunjukkan soliditas dan usaha lawan tidak mampu membuahkan hasil hingga peluit akhir berbunyi.

Implikasi Kemenangan dan Tantangan ke Depan

Kemenangan ini penting bagi Persib Bandung karena mempertegas ambisi mereka untuk tetap bersaing di papan atas dan menjaga jarak dari para pesaing. Dengan 22 poin, posisi mereka kini menguat di klasemen sementara. BCAQQ melaporkan bagi Dewa United, ini menjadi kekalahan kelima beruntun yang semakin mengkhawatirkan, dengan mereka tertahan di urutan ke-14 dan baru mengumpulkan 10 poin dari 12 laga.

Meski menang, Persib memiliki pekerjaan rumah yakni bagaimana menjaga konsistensi ketika harus bermain dengan pemain lebih sedikit setelah kartu merah, serta memperkuat efektivitas serangan agar tidak bergantung pada momen penalti. Sebaliknya, Dewa United harus segera memperbaiki performa, disiplin pemain dan pertahanan, agar tidak makin terbenam di zona bawah.

Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Selangor FC 2-3

Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Selangor FC 2-3

Persib Bandung sukses mencatat comeback luar biasa ketika bertandang ke Selangor FC dan menang dengan skor 3-2 di Stadion MBPJ, Petaling Jaya, malam hari pada Kamis (6 November 2025). Tertinggal dua gol di babak pertama, Maung Bandung menunjukkan karakter dan mental juara untuk membalikkan keadaan dan mengamankan tiga poin penting di luar kandang.

Awal yang buruk menghampiri Persib: gol cepat dari Chrigor Moraes untuk Selangor pada menit ke-3 dan gol bunuh diri Patricio Matricardi pada menit ke-17 membuat tim asuhan Bojan Hodak berada di posisi sulit sebelum jeda.

Babak Kedua: Kebangkitan Maung Bandung

Usai turun minum, Persib tampil lebih agresif dan mulai mengambil alih tempo permainan. Pada menit ke-49, Andrew Jung memperkecil defisit melalui sebuah penyelesaian di kotak penalti — momen yang kemudian membuka pintu untuk comeback.

Pada menit ke-82, giliran Adam Alis yang menunjukkan kelasnya sebagai supersub dengan mencetak gol penyama skor menjadi 2-2 usai menerima umpan dari Marc Klok. Momentum itu pun benar-benar membangkitkan semangat tim.

Menjelang akhir pertandingan, Selangor mengalami kesalahan fatal. Kiper mereka, Sikh Izhan Nazrel, gagal menghalau bola dalam situasi lemparan jauh, dan Adam Alis menyambar untuk memastikan kemenangan Persib menjadi 3-2 di masa injury time.

Analisis & Makna Kemenangan

Kemenangan ini menunjukkan bahwa Persib memiliki kedalaman skuad dan mental juara yang kuat. Pergantian pemain dari Bojan Hodak—masuknya Alis, Beck­ham Putra, dan Robi Darwis yang berbaju sponsor Bandar Judi Bola itu—terbukti tepat waktu dan berdampak besar.

Secara taktik, Persib berhasil mengubah arah permainan melalui pressing cepat di babak kedua, serta memanfaatkan kelemahan lawan dalam menjaga konsentrasi di akhir laga. Ini menjadi pelajaran penting bagi Selangor yang sempat unggul jauh namun gagal mempertahankan keunggulannya.

Implikasi untuk Persib di Grup G

Dengan kemenangan 3-2 ini, Persib semakin mengokohkan posisinya di puncak klasemen Grup G dengan koleksi poin yang meningkat—menjadi modal penting menuju babak selanjutnya. Selangor, di sisi lain, justru semakin tertekan setelah gagal memaksimalkan peluang untuk memperlebar jarak poin di grup.

AC Milan Tundukkan Lecce 3-0 dan Melaju ke 16 Besar

AC Milan Tundukkan Lecce 3-0 dan Melaju ke 16 Besar Coppa Italia

AC Milan memastikan langkah mereka ke babak 16 besar Coppa Italia musim ini setelah menundukkan Lecce dengan skor meyakinkan 3-0 di San Siro. Dominasi Rossoneri mulai dari awal hingga akhir memperlihatkan bahwa tim asuhan Massimiliano Allegri berada dalam kondisi solid jelang menghadapi laga Serie A berikutnya.

Gol Awal Giménez dan Kartu Merah Dini Membalikkan Keunggulan

Sejak menit ke-18, laga berubah menjadi keuntungan besar bagi Milan ketika Jamil Siebert dari Lecce mendapat kartu merah setelah keputusan VAR memutuskan pelanggaran berat di kotak penalti. Kondisi 10 lawan 11 segera dimanfaatkan oleh tim tuan rumah. Pada menit ke-20, Santiago Giménez menyambut umpan silang dari Davide Bartesaghi dan menaklukkan kiper Lecce melalui sundulan akurat.

Nkunku dan Pulisic Tambah Gol, Milan Kendalikan Pertandingan

Memasuki babak kedua, sang pelatih melakukan rotasi yang tetap produktif. Di menit ke-51, Christopher Nkunku mencetak gol keduanya musim ini melalui tembakan voli dari jarak menengah, memanfaatkan umpan matang dari Alexis Saelemaekers. Lima menit kemudian, Christian Pulisic ikut ambil bagian dengan golnya usai menyambar umpan silang dari Fofana dan menutup laga dengan skor 3-0. Dominasi Milan dalam penguasaan bola dan tekanan terus dijaga hingga pertandingan berakhir tanpa ada balasan dari Lecce.

Analisis Performa & Catatan Penting

Kemenangan ini memperlihatkan bahwa Milan bisa tampil agresif dan tajam sekaligus disiplin dalam penguasaan laga. Kartu merah awal untuk Lecce jelas mengubah dinamika pertandingan, dan Milan tahu bagaimana memanfaatkannya. Pergantian pemain Allegri seperti memasukkan Pulisic berhasil mempertahankan intensitas serangan. Di pihak Lecce, meskipun tampak berusaha mengurangi kerusakan, kekurangan jumlah pemain menjadi beban berat bagi mereka yang mencoba keluar dari tekanan.

Implikasi & Momentum ke Depan

Menang 3-0 ini memberi Milan kepercayaan diri tinggi menjelang laga liga berikutnya. Langkah ke babak 16 besar Coppa Italia juga membuka peluang gelar domestik tambahan. Bagi Lecce, kekalahan ini memaksa mereka kembali fokus penuh ke ajang Serie A, di mana mereka akan diuji ulang dalam mencoba menambal kerugian fisik dan mentalnya.

Argentina Dijegal Ekuador 0–1 di Guayaquil (2025)

Argentina Dijegal Ekuador 0–1 di Guayaquil: Akhir Garis Lurus Klasifikasi Perfect

Kalah di Laga Terakhir, Tapi Tetap Juara Grup

Di pertandingan terakhir Kualifikasi Zona CONMEBOL, Argentina tumbang 0–1 dari Ekuador di Guayaquil. Meski begitu, Timnas Tango tetap menjadi juara grup dengan koleksi poin tertinggi, unggul sembilan angka dari Ekuador yang menutup posisi kedua.

Otamendi Diusir, Valencia Cetak Penalti Penentu

Pertandingan menegangkan terjadi saat Nicolás Otamendi diusir wasit di menit ke-31 setelah melakukan pelanggaran di kotak penalti. Enner Valencia kemudian tenang mengeksekusi penalti di menit tambahan babak pertama.

Pengusiran Ganda: Caicedo Juga Kartu Merah

Situasi sempat imbang ketika Moises Caicedo juga diberi kartu merah pada babak kedua, namun pertahanan Ekuador bergerak cepat untuk mempertahankan keunggulan hingga peluit akhir berbunyi.

Momen Debut: Mastantuono Masuk 30 Menit

Menjelang akhir pertandingan, Franco Mastantuono (18 tahun) mendapatkan debutnya—masuk sebagai pemain pengganti dan tampil penuh selama 30 menit. Ia menorehkan dua tembakan dan satu dribel sukses—tanda potensi masa depan sepakbola Argentina.

Ringkasan Cepat

Elemen Kunci Detail Singkat
Skor Final Argentina 0–1 Ekuador
Kunci Kekalahan Otamendi diusir → penalti Valencia → kalah
Red Card Ganda Argentina & Ekuador sama-sama kehilangan pemain
Debut Signifikan Mastantuono tampil 30 menit dan beri kontribusi nyata
Status Akhir Grup Argentina tetap juara grup dengan selisih 9 poin

Barcelona Nyaris Tertahan: Dramatis tapi Bertahan di La Liga

Barcelona Nyaris Tertahan: Dramatis tapi Bertahan di La Liga

Terjaga dalam Krisis: Barcelona Tertinggal 0–2

Barcelona memulai laga away melawan Levante dalam kondisi sulit. Meski mendominasi penguasaan bola, mereka tertinggal 2–0 hingga turun minum berkat gol dari Iván Romero dan José Luis Morales lewat penalti. Ini membuat ancaman gagal di laga kedua beruntun menjadi sangat nyata.

Bangkit di Babak Kedua: Kesempatan Berubah Jadi Gol

Memasuki babak kedua, momentum berubah drastis. Pedri membuka jalan comeback dengan tembakan jarak jauh menit ke-49, disusul oleh Ferran Torres yang menyamakan skor hanya tiga menit kemudian.

Momen Kesalahan Fatal Lawan: Gol Kemenangan dari Own Goal

Partai seolah akan berakhir imbang, namun Lamine Yamal mengirimkan umpan silang di masa injury time yang berujung gol bunuh diri oleh Unai Elgezabal—itulah yang jadi perbedaan di akhir pertandingan 3–2 untuk Barcelona.

Respon Pelatih & Sorotan Media

Pelatih Hansi Flick memuji karakter dan kebangkitan mental tim. Media menyebut comeback ini sebagai bukti ketangguhan Barcelona yang pantang menyerah, sekaligus menjaga rekor kemenangan beruntun dalam dua laga awal musim La Liga.

Awal Musim yang Melelahkan Tapi Positif

Dengan dua kemenangan beruntun—termasuk comeback melawan Levante—Barcelona memperlihatkan performa yang tak hanya efektif, tapi juga menunjukkan kesiapan mental untuk mempertahankan gelar.

Ringkasan Singkat

Elemen Utama Rincian
Kondisi Awal Tertinggal 0–2 di babak pertama
Balikkan Situasi Dua gol cepat dari Pedri & Ferran Torres
Penentu Hasil Own goal dari Elgezabal di injury time
Respon Pelatih Flick puji karakter tim
Signifikansi Awal musim potensial: bangkit & juara feel

RB Leipzig Kepincut Harvey Elliott (2025)

RB Leipzig Kepincut Harvey Elliott: Negosiasi Makin Nyata

Harvey Elliott (22), gelandang serang Liverpool yang bersinar di U21 Eropa, semakin dekat dengan pintu keluar Anfield. Tandem antara RB Leipzig dan Jürgen Klopp, yang kini menjadi kepala global sepak bola di Red Bull, memberikan tekanan kuat demi transfer eks-Anfield ini.

Minat & Alasan Transfer

  • Transfermarkt mengonfirmasi RB Leipzig serius mengejar Elliott sebagai pengganti Xavi Simons yang akan pindah ke Chelsea. Dengar‑dengar, Elliott sudah berdialog langsung dengan pelatih Ole Werner dan direktur olahraga Marcel Schäfer. Elliott sendiri kabarnya terbuka terhadap opsi tersebut karena ingin mendapatkan lebih banyak menit bermain.

  • Jurgen Klopp, mantan pelatih Liverpool dulu, kini menjadi sosok penggerak di balik minat Leipzig mendekati Elliott setelah melihat potensinya di skuat U21 Inggris.

Tantangan Harga & Performa

  • Liverpool memasang harga jual minimal £40–50 juta tergantung adanya klausul buy-back. Elliott sendiri kini dinilai senilai €30 juta di bursa resmi. Leipzig disebut ragu menebus harga ini karena kendala struktur gaji dan ketidaksesuaian profil pemain.

  • Padahal Elliott menjadi MVP U21 Eropa setelah mencetak lima gol dalam enam laga dan didaulat sebagai pemain terbaik turnamen. Faktor ini semakin membuatnya diminati klub-klub Eropa — termasuk Brighton, Chelsea, Newcastle, dan Tottenham sebagai alternatif.

Kendala Terbesar di Transfer Ini

  • Menurut jurnalis Jerman Philipp Hinze, Leipzig kemungkinan tidak melanjutkan negosiasi karena harga terlalu tinggi dan strategi klub tidak cocok dengan profil Elliott: permainannya sebagai half-space No.10 dianggap tidak sesuai target skuad Leipzig. Hingga sekarang, pembicaraan resmi pun belum terjadi.

  • Sementara itu, ketidakhadiran Leipzig di Liga Champions juga menjadi pertimbangan Elliott dalam memilih destinasi berikutnya. Ia ingin klub baru memberi kesempatan tampil di kompetisi elit Eropa.

Profil Singkat Elliott & Dampaknya

  • Dalam dua musim terakhir bersama Liverpool, Elliott hanya mencatat 360 menit permainan di Liga Inggris—terbanyak sebagai pengganti di bawah pelatih Arne Slot. Hal ini memunculkan ketidakpuasan atas minimnya kesempatan bermain.

  • Tersisa dua tahun kontrak, Elliott diplot sebagai pemain yang bisa memberi kreativitas dan efektivitas di lini tengah Leipzig. Proses adaptasi di Bundesliga pun diyakini tidak sulit mengingat gaya main Leipzig yang intens dan match-ready.

Kesimpulan

Minat RB Leipzig kepada Harvey Elliott semakin nyata, didorong rekomendasi Jürgen Klopp dan kebutuhan klub mengganti Xavi Simons. Namun, hambatan berupa harga yang tinggi, struktur gaji Liverpool, dan ketidaksesuaian profil membuat transfer ini belum dipastikan. Jika Leipzig mampu memenuhi permintaan nilai dan penyesuaian finansial, peluang terwujudnya kombo ini tetap terbuka lebar.

Xavi Simons Menuju Chelsea? Bursa Transfer Musim Panas 2025

Xavi Simons Menuju Chelsea? Bursa Transfer Musim Panas 2025 Mengarah ke Blues

Gelandang serang asal Belanda, Xavi Simons (22), kini menjadi target utama Chelsea dalam upaya memperkuat kreativitas lini tengah dan serangan musim depan. Liverpool dan Arsenal juga tertarik, namun Chelsea memimpin perburuan.

Situasi Transfer dan Negosiasi

  • Simons resmi bergabung secara permanen ke RB Leipzig dari PSG pada Januari 2025 dengan biaya sekitar €50 juta + bonus. Meski kontraknya hingga 2027, ia menyatakan ingin pergi setelah Leipzig gagal lolos ke Eropa.

  • Agen Simons, Ali Barat—yang memiliki koneksi ke pemilik Chelsea—telah berkomunikasi langsung dengan klub. Namun, diskusi resmi antar klub belum dimulai.

Nilai Transfer dan Hambatan Finansial

  • RB Leipzig kini menyesuaikan harga: sebelumnya meminta hingga €80 juta, tapi laporan terbaru menyebut mereka bisa menerima kisaran €50–70 juta, bahkan di bawah €70 juta.

  • Chelsea perlu melepas pemain seperti Nicolas Jackson, Nkunku, atau Madueke untuk membuka ruang dalam batas maksimum skuad Premier League.

Profil & Statistik Pemain

  • Simons adalah lulusan La Masia, pencetak total 21 gol dan 23 assist dari 76 pertandingan untuk Leipzig, serta sebelumnya mencetak 22 gol untuk PSV dalam satu musim.

  • Ia juga telah mencetak gol untuk Timnas Belanda di Euro 2024, menjadikannya dianggap sebagai bakat serang top Eropa.

Strategi Chelsea & Peran Simons

  • Di bawah arahan Enzo Maresca, Chelsea telah mendatangkan pemain kreatif seperti João Pedro dan Jamie Gittens. Kehadiran Simons akan melengkapi lini serang dan memberi opsi rotasi di belakang striker utama.

  • Simons yang bisa bermain sebagai gelandang serang maupun winger kiri fleksibel digunakan dalam formasi 4‑2‑3‑1 atau 3‑5‑2, asalkan tersedia peran yang jelas di skuad.

Kompetisi & Pandangan Masa Depan

  • Arsenal dan Bayern Munich juga berada di jalur negosiasi, namun Chelsea menjadi yang paling aktif dan “paling konkret” dalam ketertarikan mereka terhadap Simons.

  • Permintaan gaji dan struktur kontrak menjadi salah satu kendala; Simons mungkin harus menerima pemotongan gaji agar transfer bisa berjalan lancar.

Kesimpulan

Transfer Xavi Simons ke Chelsea saat ini berada di tahap paling konkret dibanding klub lain. Meski belum ada penawaran resmi dari klub, kontak dengan sang pemain dan harga yang mulai turun ke kisaran €60–70 juta memperkuat peluang terwujudnya transfer. Jika Chelsea berhasil merekrutnya, Simons akan menjadi aset kreatif jangka panjang dengan potensi besar untuk sukses di Premier League.